Hamas sedang bersiap untuk memilih pemimpin baru akhir bulan ini, menurut dua sumber di dalam kelompok yang dikutip oleh Reuters, setelah posisi itu dibiarkan kosong ketika Israel membunuh Yahya Sinwar pada 2024. Suksesi terjadi di tengah kekhawatiran dalam kelompok bahwa setiap kepala baru dapat dengan cepat menghadapi nasib yang sama. Khalil al-Hayya dan Khaled Meshaal secara luas dipandang sebagai pesaing utama pada saat kritis bagi gerakan Islamis.